Total Tayangan Halaman

Sabtu, 07 Desember 2013

Niat Menikah Susunan Al Habib Ali bin Abubakar As-Sakron bin Al-Habib Abdurraahman Assaggaf

 بسم الله الرحمن الرحيم
 نِيَّاتُ التَّزْوِيْجِ للشيخ العارف بالله الحبيب علي بن أبي بكر السكران بن الإمام الحبيب عبد الرحمن السقاف رضي الله عنهم وأرضاهم ونفعنا بهم وبعلومهم وبعلوم سائر الأولياء والصالحين في الدارين آمين
Niat Menikah Susunan Al Habib Ali bin Abubakar As-Sakron bin Al-Habib Abdurraahman Assaggaf
 نَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيْجِ وَالزَّوْجَةِ مَحَبَّةَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّعْيَ فِيْ تَحْصِيْلِ الْوَلَدِ لِبَقَاءِ جِنْسِ اْلإِنْسَانِ، وَنَوَيْتُ مَحَبَّةَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ تَكْثِيْرِ مُبَاهَاتِهِ لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (تَنَاكَحُوْا تَكَاثَرُوْا فَإِنِّيْ مُبَاهٍ بِكُمُ اْلأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ).
Saya berniat dengan pernikahan ini dan isteri ini sebagai bentuk kecintaan kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung, dan untuk berusaha dalam memperoleh anak untuk melestarikan jenis manusia, dan saya berniat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasululloh – semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam atas beliau – dalam memperbanyak kebanggaan beliau sebab sabda beliau – semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam atas beliau –: “Menikahlah kalian dan perbanyaklah oleh kalian (keturunan) karena sesungguhnya aku membanggakan kalian di antara para ummat di hari kiamat.” 
نَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيْجِ وَمَا يَصْدُرُ مِنِّيْ مِنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ اَلتَّبَرُّكَ بِدُعَاءِ الْوَلَدِ الصَّالِحِ، وَطَلَبَ الشَّفَاعَةِ بِمَوْتِهِ صَغِيْرًا إِذَا مَاتَ قَبْلِيْ. نَوَيْتُ بِهَذاَ التَّزْوِيْجِ التَّحَصُّنَ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَكَسْرَ التَّوَقَانِ، وَكَسْرَ غَوَائِلِ الشَّرِّ، وَغَضَّ الْبَصَرِ، وَقِلَّةَ الْوَسْوَاسِ، نَوَيْتُ حِفْظَ الْفَرْجِ مِنَ الْفَوَاحِشِ.
Saya berniat dengan pernikahan ini dan apa yang muncul dariku baik berupa perkataan maupun perbuatan untuk menganmbil berkah dengan doa anak yang salih, dan meminta syafaat dengan kematiannya di waktu kecil, jika ia mati sebelumku. Saya berniat dengan pernikahan ini untuk menjaga diri dari setan, serta mematahkan nafsu, dan mematahkan gangguan kejelekan, dan menjaga pandangan, serta menyedikitka waswas, saya berniat menjaga kemaluan dari perbuatan keji.
نَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيْجِ تَرْوِيْحَ النَّفْسِ، وَإِيْنَاسَهَا بِالْمُجَالَسَةِ، وَالنَّظَرِ، وَالْمُلاَعَبَةِ، وَإِرَاحَةِ الْقَلْبِ، وَالتَّقََوِّيْ عَلَى الْعِبَادَةِ. نَوَيْتُ بِهِ تَفْرِيْغَ الْقَلْبِ عَنْ تَدْبِيْرِ الْمَنْـزِلِ وَالتَّكَفُّلِ بِشُغْلِ الطَّبْخِ وَالْكَنْسِ، وَالْفَرْشِ، وَتَنْظِيْفِ اْلأَوَانِيْ وَتَهْيِئَةِ أَسْبَابِ الْمَعِيْشَةِ. وَنَوَيْتُ بِهِ مُجَاهَدَةَ النَّفْسِ، وَرِيَاضَتَهَا بِالرِّعَايَةِ وَالْوِلاَيَةِ وَالْقِيَامِ بِحُقُوْقِ اْلأَهْلِ وَالصَّبْرِ عَلَى أَخْلاَقِهِنَّ، وَاحْتِمَالِ اْلأَذَى مِنْهُنَّ وَالسَّعْيِ فِيْ إِصْلاَحِهِنَّ، وَإِرْشَادِهِنَّ إِلَى طَرِيْقِ الْخَيْرِ، وَاْلاِجْتِهَادِ فِي طَلَبِ الْحَلاَلِ لَهُنَّ، وَاْلأَمْرِ بِتَرْبِيَةِ اْلأَوْلاَدِ وَطَلَبِ الرِّعَايَةِ مِنَ اللهِ عَلَى ذلِكَ، وَالتَّوْفِيْقِ لَهُ وَاْلاِنْطِرَاحِ بَيْنَ يَدَيْهِ وَاْلاِفْتِقَارِ إِلَيْهِ فِي تَحْصِيْلِهِ، نَوَيْتُ هذَا كُلَّهُ ِللهِ تَعَالَى.
Saya berniat dengan pernikahan ini untuk menghibur diri dan menyenangkannya dengan duduk (bersama isteri), dan memandang serta bercengkrama, dan menyenangkan hati, serta memperkuat diri untuk beribadah. Saya berniat dengannya meringankan hati / pikiran dari kesulitan mengatur rumah, dan kesibukan memasak serta menyapu dan merapikan tempat tidur, serta membersihkan perabot dan menyiapkan sarana-sarana kehidupan. Saya berniat dengannya untuk melawan nafsu, dan melatihnya dengan menjaga dan mengatur serta menegakkan hak-hak keluarga dan bersabar atas akhlaq mereka, serta menanggung gangguan dari mereka dan berupaya untuk memperbaiki mereka, serta menunjuki mereka kepada jalan kebaikan, dan bersungguh-sungguh dalam mencari rezqi yang halal untuk mereka, serta dalam urusan mendidik anak dan meminta perlindungan / pengawasan dari Allah dalam kesemuanya itu, serta meminta tawfiq (pertolongan) dari-Nya, serta merendahkan diri di hadapan-Nya dan memelas kepada-Nya dalam terwujudnya hal itu, saya berniat semuanya itu karena Allah Yang Maha Luhur.
 نَوَيْتُ هَذَا وَغَيْرَهُ مِنْ جَمِيْعِ مَا أَتَصَرَّفُ فِيْهِ وَأَقُوْلُهُ وَأَفْعَلُهُ فِيْ هذَا التَّزْوِيْجِ ِللهِ تَعَالَى. وَنَوَيْتُ بِهذَا التَّزْوِيْجِ مَا نَوَى بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَالْعُلَمَاءُ الْعَامِلُوْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْنَا كَمَا وَفَّقْتَهُمْ، وَأَعِنَّا كَمَا أَعَنْتَهُمْ، وَأَتْمِمْ لَنَا تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا، وَلاَ تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ، أَصْلِحْ لَنَا ذلِكَ كُلَّهُ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ.
Saya berniat ini dan yang lainnya dari seluruh apa-apa yang aku mengambil tindakan padanya dan apa yang aku katakn dan aku lakukan dalam pernikahan ini hanya karena Allah Yang Maha Luhur. Dan saya berniat dengan pernikahan ini dengan segala niat yang diniatkan oleh hamba-hamba-Mu yang salih serta ulama-ulama yang mengamalkan ilmunya. Ya Allah berilah kami pertolongan sebagaimana Kau telah memberi mereka pertolongan, dan tolonglah kami sebagaimana Engkau menolong mereka, sempurnakanlah untuk kami segala kekurangan kami dan terimalah dari kami, dan janganlah Engkau serahkan kami kepada nafsu / diri kami sendiri sekejap matapun, perbaikilah bagi kami hal itu semuanya, dengan karunia-Mu dan kemuliaan-Mu dalam kebaikan dan keselamatan.
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَارْضَ عَنَّا وَتَقَبَّلْ مِنَّا، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ، وَأَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْ هذَا التَّزْوِيْجِ وَفِيْ جَمِيْعِ أَشْيَائِي الْعَوْنَ وَالْبَرَكَةَ وَالسَّلاَمَةَ، وَسَلِّمْنِيْ مِنْ أَنْ تُشْغِلَنِيْ عَنْكَ، وَأَنْ تَحُوْلَ بَيْنِيْ وَبَيْنَ طَاعَتِكَ، وَاجْعَلْ لِيْ فِيْهِ الْكَفَافَ وَالْعَفَافَ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ وَحَرَكَاتِيْ وَسُكُوْنِيْ وَدِيْعَةً فَاحْفَظْنِيْ أَيْنَمَا كُنْتُ وَتَوَلَّنِيْ عَنِّي بِتَوْلِيَتِكَ الَّتِيْ تَوَلَّيْتَ بِهَا عِبَادَكَ الصَّالِحين‌‌.
Ya Allah ampunilah kami, sayangilah kami, ridhoilah kami, dan terimalah kami, serta masukkan kami ke dalam surga dan jauhkanlah kami dari api neraka, dan perbaikilah segala uruan kami semuanya. Ya Allah jadikanlah untukku pada pernikahan ini dan dalam segala uruanku pertolongan, keberkahan dan keselamatan, dan selamatkanlah kami dari pada itu semua menyibukkan kami dari-Mu, dan dari itu emua menghalangi antara aku dengan ketaatan kepada-Mu, dan jadikanlah untukku di dalamnya (pernikahan ini) kecukupan dan penjagaan kehormatan diri. Ya Allah sesungguhnya aku dan seluruh gerakanku dan diamku semuanya itu adalah titipan maka jagalah aku di mana saja aku berada dan lindungilah aku dengan perlindungan-Mu yang mana dengannya Engkau melindungi hamba-hamba-Mu yang salih.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا وَوَالِدِيْنَا وَأَوْلاَدِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَمَشَايِخِنَا وَإِخْوَانِنَا، وَجَمِيْعِ قَرَابَاتِنَا وَأرْحَامِنَا، وَجَمِيْعِ أَصْحَابِ الْحُقُوْقِ، وَمَنْ لَهُ أَدْنَى حَقٍّ. اَللَّهُمَّ أَعِنَّا وَإِيَّاهُمْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Ya Allah tolonglah kami, orang-orang tua kami, anak-anak kami, pasangan-pasangan kami, guru-guru kami, saudara-saudara kami, dan seluruh kerabat kami dan yang berhubungan rahim dengan kami, dan seluruh orang-orang yang memiliki hak (atas kami) dan orang-orang yang memiliki hak terkecil pun. Ya Allah tolonglah kami dan mereka untuk mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu serta ibadah dengan baik kepada-Mu, Wahai Tuhan Penguasa seru sekalian alam.
 اَللَّهُمَّ اهْدِنَا وَوَفِّقْنَا وَإِيَّاهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَحْيِنَا وَإِيَّاهُمْ عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ لَنَا وَلَهُمْ بِالْمَقْبُوْلِ مِنَّا وَمَا قَرَّبَنَا إِلَيْكَ آمِيْن. وَصَلِّ بِجَلاَلِكَ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Ya Allah, tunjukilah kami, dan berilah kami serta mereka pertolongan (untuk berbuat kebaikan) wahai Tuhan Penguasa seluruh alam. Ya Allah hidupkanlah kami dan mereka atas Al-Qur’an dan As-Sunnah wahai Yang Memiliki keaagungan dan kemuliaan. Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu untuk kami dan untuk mereka, dengan berkat amal yang diterima dari kami dan berkat segala yang mendekatkan kami kepada-Mu, Aamiin. Dan limpahkahlah sholawat serta salam dengan keagungan-Mu atas paling mulianya para rasul yaitu Nabi Muhammad penutup para nabi dan atas keluar serta para sahabat beliau. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Penguasa seluruh alam semesta. (di kutip dari Kitaabun Niyyaat, karya As-Sayyid Alwi bin Muhammad Al-’Aydaruus, halaman: 57 – 60, terbitan: Tariim Liddiroosaat wannasyr setakan kedua tahun 1426 H / 2005 M) 

Doa ketika berkumpul dengan isteri: 
jika sebelumnya sholat dua rokaat hajat agar diberi keturunan yang salih & salihah, maka itu baik sekali. Kemudian membaca surat Al-Ikhlash (Qul Huwallooh) sekali Lalu membaca:
 لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. 
Lalu membaca:
 بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.
Artinya: Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari anak yang Kau rezqikan kepada kami. Ya Tuhan kami berikanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami kesenangan hati dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.   
[Rasul bersabda: barangsiapa yang membaca doa ini ketika mendatangi isterinya, jika Allah taqdirkan lahirnya anak, maka setan tidak akan membahayakan dia (H.R Al-Bukhooriy dan Muslim)] 
(dikutip dari Ichyaa’ Ulumiddin karya Al-Ghozzaliy juz 2 halaman 51 dalam Kitaabun Nikaach. Cetakan: Thoha Putera Semarang, tanpa tahun) 
Lalu membaca:
 بِسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِيْ
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Agung, Ya Allah jadikanlah nutfah yang akan keluar ini sebagai keturunan yang baik, jika engkau mentaqdirkannya keluar dari tulang rusukku. (Icyaa’ Ulumiddiin, AlGhozzaliy) 
Lalu ketika hendak turun air mani maka hendaklah ia membaca ayat ini dalam hati:
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا.
Artinya: “Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan dari air seorang manusia lalu menjadikannya nasab dan pernikahan dan Tuhanmu adalah senantiasa Maha Kuasa.” (Q.S Al-Furqoon:) (Ichyaa’ Uluumiddiin, Al-Ghozzaaliy) 
Setelah selesai maka hendaknya membaca doa ini:
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَهُ فِي حَلاَلٍ وَلَمْ يَجْعَلْهُ فِيْ حَرَامٍ، اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَهُ فِيْ طَاعَةٍ وَلَمْ يَجْعَلْهُ فِيْ مَعْصِيَةٍ، اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَهُ فِي أَخْيَارٍ وَلَمْ يَجْعَلْهُ فِيْ أَشْرَارٍ، اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَهُ فِيْ سَتْرٍ وَلَمْ يَجْعَلْهُ فِيْ هَتْكٍ.
Artinya: Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikannya (persetubuhan ini) dalam kehalalan dan tidak menjadikannya dalam keharaman, segala puji bagi Allah Yang telah menjadikannya dalam ketaatan dan tidak menjadikannya dalam kemaksiatan, segala puji bagi Allah Yang telah menjadikannya pada orang baik dan tidak menjadikannya pada orang jahat, dan segala puji bagi Allah Yang telah menjadikannya dalam ketertutupan dan tidak menjadikannya dalam ketersingkapan / keterbukaan. 
(dari Al-Chusuunul Maani’ah, Al-Habib Zain bin Sumaith hal 61 dan 62, cetakan: Daaarul Miiroots An-Nabawiy)

4 komentar:

  1. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Qabiltu
    Mohon izin untuk mengamalkan doa ini. Terima kasih

    BalasHapus
  2. شكرا... جزاكم الله خيرا كثيرا بأحسان جزاء..

    BalasHapus